Laman

Sabtu, 31 Oktober 2015

Renungan Tentang Kematian


*Sebuah Renungan*

Dulu .... Aku sangat KAGUM pada manusia yang : Cerdas, Kaya, Berhasil dalam Karir, Hidup sukses & Hebat Dunianya.
Sekarang ... Aku memilih untuk mengganti kriteria kekagumanku. Aku kagum dengan :
Manusia yang mendahulukan hak Allah ditengah zaman Fitnah ini, sekalipun kadang penampilannya begitu biasa & sangat bersahaja.
Dulu ... Aku memilih MARAH ketika merasa 'Harga Diriku' dijatuhkan oleh orang lain yang 'Berlaku Kasar Kepadaku' & menyakitiku dengan 'Kalimat-Kalimat Sindiran'.
Sekarang ... Aku memilih untuk BANYAK BERSABAR & MEMAAFKAN, Karena aku yakin 'Ada Hikmah Lain' yang datang dari mereka ketika aku mampu untuk 'Memaafkan & Bersabar'.
Dulu ... Aku memilih MENGEJAR DUNIA & 'Menumpuknya' sebisaku.... Ternyata aku sadari kebutuhanku hanyalah 'Makan, Minum, pakaian & infaq, untuk hari ini.
Sekarang ... Aku memilih untuk BERSYUKUR & BERSYUKUR dengan apa yang ada (bisa makan, minum, pakaian & infaq) & memikirkan bagaimana aku bisa 'Mengisi Waktuku' hari ini dengan apa yang bisa aku lakukan/perbuat & bermanfaat untuk orang lain.
Dulu ... Aku berpikir bahwa aku bisa MEMBAHAGIAKAN Orang tua, Saudara & teman-temanku jika aku berhasil dengan duniaku... Ternyata yang membuat mereka bahagia 'Bukan Itu', melainkan : Ucapan, Sikap, Tingkah, & Sapaanku kepada mereka.
Sekarang ... Aku memilih untuk 'Membuat Mereka Bahagia' dengan apa yang ada padaku karena aku ingin ke-Manfaat-an ku ditengah-tengah mereka...(Sebaik-baik Manusia adalah yang bermanfaat buat Manusia lainnya) utamanya untuk urusan Akhirat dalam rangka menuju Jannah.
Dulu ... Fokus pikiranku adalah membuat RENCANA-RENCANA DAHSYAT untuk Duniaku... Ternyata aku menjumpai teman & saudara-saudaraku begitu cepat menghadap kepada-NYA...
Sekarang ... yang menjadi 'Fokus Pikiran' & 'Rencana-Rencana' ku adalah Bagaimana agar Hidupku dapat bermanfaat untuk manusia lainnya & dapat Ridho dari ALLAH, jika suatu saat nanti diriku dipanggil oleh-NYA.
Τak ada yang dapat menjamin bahwa aku dapat menikmati 'Teriknya Matahari Esok Pagi' kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Τak ada yang bisa memberikan jaminan kepadaku bahwa aku masih bisa 'Menghirup udara Besok Hari' kecuali Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Jadi apabila 'Hari Ini & esok Hari' aku masih hidup, itu adalah karena kehendak ALLAH semata, bukan kehendak siapa siapa...Na'am
Renungan ini mengintropeksi kita agar lebih mawas diri bahwa : 'DULU' aku ini siapa ? & 'SEKARANG' aku mau kemana ?
Semoga bermanfaat ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar